Sampah Organik Jadi Solusi Resapan: Mahasiswa KKN UNDIP Kenalkan Biopori di Desa Pringanom
21 Agustus 2026, 22:55 · Ditulis oleh Naila Salsabila (Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro)
Desa Pringanom, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah – Sampah organik dari aktivitas rumah tangga merupakan salah satu jenis sampah yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim II Tahun 2026 Desa Pringanom memperkenalkan pengolahan sampah organik melalui pemanfaatan lubang biopori. Selain membantu mengelola sampah organik, biopori juga dapat menjadi salah satu upaya sederhana untuk meningkatkan resapan air di lingkungan sekitar.
Mengenalkan Biopori kepada Kader dan Ibu-Ibu Posyandu
Salah satu kontribusi dalam program kerja ini dilakukan melalui kegiatan sosialisasi pengolahan sampah organik menjadi biopori pada 18 Juli 2026 di Posyandu Dukuh Pringanom, Desa Pringanom. Kegiatan diikuti oleh kader dan ibu-ibu Posyandu yang menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah dari lingkungan rumah tangga.
Sosialisasi diawali dengan penjelasan mengenai konsep biopori, manfaatnya, serta jenis sampah organik yang dapat dimanfaatkan. Peserta juga diperkenalkan pada proses pembuatan dan penggunaan biopori sebagai salah satu cara sederhana untuk mengelola sampah organik sekaligus membantu meningkatkan daya resap air ke dalam tanah. penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar peserta dapat lebih mudah memahami penerapan biopori di lingkungan rumah. Melalui kegiatan tersebut, peserta juga dapat berdiskusi mengenai penerapan pengelolaan sampah organik yang sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar.
Melalui sosialisasi ini, masyarakat diperkenalkan pada alternatif sederhana dalam mengelola sampah organik yang dihasilkan sehari-hari. Pemanfaatan biopori diharapkan dapat menjadi langkah kecil yang dapat diterapkan dari lingkungan rumah sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan memiliki sistem resapan air yang lebih baik. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan kader dan ibu-ibu Posyandu mengenai manfaat biopori serta mendorong penerapannya secara berkelanjutan di lingkungan Desa Pringanom.