Dari Daun Pandan dan Jeruk Nipis Jadi Sabun: KKN UNDIP Hadirkan Inovasi Produk Rumah Tangga di Pringanom
21 Agustus 2026, 22:41 · Ditulis oleh Naila Salsabila (Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro)
Desa Pringanom, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah – Bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Melihat potensi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim II Tahun 2026 Desa Pringanom memperkenalkan pembuatan sabun cuci piring berbahan dasar daun pandan dan jeruk nipis kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mengenalkan alternatif pemanfaatan bahan alami menjadi produk rumah tangga yang praktis dan bernilai guna.
Mengolah Bahan Alami Menjadi Sabun Cuci Piring
Sosialisasi dan pelatihan pembuatan sabun cuci piring dilaksanakan pada 10 Agustus 2026 dalam kegiatan Arisan PKK Dukuh Sadakan, Desa Pringanom. Kegiatan diikuti oleh ibu-ibu PKK yang turut berpartisipasi dalam proses pengenalan dan praktik pembuatan sabun. Kegiatan diawali dengan penjelasan mengenai bahan-bahan yang digunakan serta tahapan pembuatan sabun cuci piring dari daun pandan dan jeruk nipis. Setelah penyampaian materi, proses pembuatan kemudian dipraktikkan secara langsung sehingga peserta dapat melihat dan memahami setiap tahapan yang dilakukan. Praktik secara langsung menjadi bagian utama dalam kegiatan karena peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui penjelasan, tetapi juga dapat mengamati proses pembuatan produk dari awal hingga menjadi sabun cuci piring yang siap digunakan.

Melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini, masyarakat Desa Pringanom diperkenalkan pada pemanfaatan bahan-bahan alami yang dapat diolah menjadi produk rumah tangga. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menambah pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam mengembangkan berbagai potensi bahan yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi produk yang bermanfaat. Dengan adanya penjelasan, praktik langsung, diskusi, serta pembagian sampel, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk terus mengeksplorasi pemanfaatan bahan alami secara kreatif dan mandiri dalam kehidupan sehari-hari.